Sunday, 3 August 2014

Memperingati posting ke 1.000 di blog FAN48BACKUP. Kita akan memposting Artikel Khusus yang membahas tentang seluk beluk dunia Fans Idol, yaitu Wota. Mengenai wota yang akan dibahas disini adalah mengenai para fans idol wanita di jepang saja. Artikel ini akan dibagi dalam beberapa bagian.

Sebagai awalan, aku menyarankan untuk membaca post ini terlebih dahulu: IDOL 101: Apakah Itu Idol Group?

Read Enjoy! (∩_∩) 

 
http://1.bp.blogspot.com/-8Qdfot52KDs/UFra4vV9L5I/AAAAAAAAEMo/CoMxEUq9-2g/s1600/500px-%25E3%2582%25AA%25E3%2582%25BF%25E3%2582%25AF40.jpg

SEJARAH

WOTA (sejatinya diucapkan sebagai ota, seperti kata Otaku, tanpa menggunakan huruf "w") adalah istilah yang mengacu kepada para fans J-pop Idol, yang dapat menampilkan semacam jenis tarian pemberi semangat (Cheers Dance) tertentu, tarian ini dikenal sebagai Wotagei (kata “gei” berarti seni (art), atau pertunjukkan (performance). Sehingga secara harfiah kata ini diartikan sebagai "pertunjukkan ota".

Secara etimologi, meskipun sejatinya diucapkan sebagai ota namun pada tahun 2005 di forum populer jepang 2ch, ada diskusi untuk menjadikan istilah ini paten tersendiri dengan memperkenalkan istilah kata Wota (ヲタ) seperti mengadaptasi istilah kata otaku (オタク) dengan menghilangkan huruf "-ku" dan menggunakan huruf katakana " ヲ " (wo-), yang mana kata depan ini menggantikan bentuk huruf tradisional " お " (o-), sehingga pada akhirnya terbentuklah identitas kata ini sendiri dan menjadi pembeda dari kata sebelumnya.
Pada perkembangan selanjutnya dikarenakan para fans idol ini memiliki level obsesi yang setara dengan para Anime Otaku oleh karena itu mereka juga disebut sebagai Idol Otaku. Dan karena sebagian besar konsep dunia "Idol" memiliki ikatan erat dengan "Anime" yang sama sehingga banyak orang menjadikan para fans kelompok ini pada umumnya dikategorikan dalam kategori yang sama "Otaku"

Industri Idol di jepang pertama menjadi terkenal di mulai pada era tahun 70-an, era ini dimulai di bawah pengaruh dari Momoe Yamaguchi. Pada perkembangan selanjutnya, gambaran tentang sosok seorang idol lebih banyak difokuskan pada sesuatu hal yang terlihat imut (cute) dan yang terlihat muda (youthful). Oleh karena ciri khas seperti inilah sehingga para idol ini akan selalu identik dengan penampilan yang penuh energi, lirik lagu yang menyenangkan dan baju kostum yang fantastis. Dan oleh karena itulah musik idol akan selalu memiliki skema yang sama, yaitu mengenai ritme lagu yang lembut dan ceria, lirik yang banyak bertemakan tentang optimisme, cinta atau benci, kegembiraan hidup dan hal-hal yang sederhana, tapi selalu memiliki "kekuatan kawaii". Kehadiran para idola ini adalah untuk memberikan “warna” tersendiri bagi kehidupan sehari-hari yang abu-abu di Jepang.





KRITERIA

Walaupun pada umumnya yang menjadi alasan para fans ini menyukai Idolanya adalah karena mereka terpikat dengan "rasa kasih sayang" yang ditawarkan oleh penyanyi muda ini. Namun faktanya, para idol ini bisa memiliki fans dari berbagai macam latar belakang, generasi, jenis kelamin dan usia, mulai dari para gadis muda (usia 4 - 25 tahun ke atas) dan anak-anak hingga para pria dewasa (usia 18 - 50 tahun ke atas). Secara umum hal yang menyebabkan mereka menyukai musik idol: 

1. Bagi para fans wanita

Terutama bagi kebanyakan gadis muda adalah karena menganggap para idol ini sebagai panutan fashion dan lifestyle kontemporer masa kini, oleh karena itu kecenderungan mereka untuk menyukai karakter “kawaii” dari para idol dan kostum yang dipakai oleh para idol ini membuat mereka bisa bermimpi agar mereka sendiri bisa menjadi seorang idol.

Sedangkan untuk para wanita yang lebih dewasa jarang ada yang menyukai genre ini, kebanyakan dari golongan ini lebih memilih genre musik yang lain seperti musik balada, pop modern dan musik internasional. Sehingga jarang ditemui ada wanita dewasa yang menghadiri konser musik idol.

2. Bagi para fans pria 

Walaupun pada umumnya bagi kalangan pria alasan mereka menyukai idola adalah tertarik dengan "keimutan (cute)" dari sosok idolanya, namun untuk para laki-laki yang berusia remaja, kebanyakan dari mereka lebih terpikat dengan dunia idol oleh karena aliran musik “Rock” atau “Hip Hop” yang dibawakan oleh para idol ini.



Perbedaan kelompok wota pria: Dalam pertunjukkan live grup idola °C-ute di acara TV "Utaban", 22 Maret 2007, tampak terdapat penonton yang masih anak SMA/kuliah dan para pekerja kantor


Sementara bagi pria dewasa yang sudah kuliah atau pekerja kantoran cenderung karena mereka mencari ketenangan melalui sosok muda dan energi “kawaii” yang bisa mereka dapatkan dari para idola ini, di dalam pemikiran mereka terdapat ide tentang sosok wanita ideal yang bisa dilihat dari para idola ini, sosok gadis muda yang manis, dan bisa menjadi pacar/istri/ibu yang baik di masa depan. Hal ini merupakan alasan yang umum terutama bagi mereka para pekerja kantoran yang biasa melakukan rutinitas pekerjaan yang membosankan atau sesuatu yang semacam itu dalam kehidupan sehari-harinya.

Namun, pada umumnya untuk para fans idola dari kalangan orang tua di jepang menjadi terpikat dengan seorang idola karena mereka menjadi teringat dengan masa muda mereka di masa lalu yang nostalgia, kehidupan masa dimana "ketika hidup masih penuh dengan kemungkinan".

CDP48 (Candy Pop): Cover Dance Group AKB48 asal Thailand

Dikarenakan adanya perbedaan gender dan usia di antara para fans ini, sehingga kita bisa menjumpai ada dua cara bagi para fans ini untuk menunjukkan rasa cinta mereka bagi para idola mereka. Bagi para fans wanita, mereka akan melakukan cosplay (memakai pakaian kostum yang serupa dengan idola tersebut) dan terkadang akan melakukan cover dance (menirukan idol mereka dengan menari, dan mungkin bahkan bernyanyi). Hal seperti ini tentu sangat tidak cocok bagi para fans pria, oleh karena itulah, mereka mengembangkan gerakan “Wotagei” sehingga mereka juga bisa menikmati kegiatan idol dengan cara mereka sendiri.

http://3.bp.blogspot.com/-Cqzub3Zvgf0/UFrazcriiTI/AAAAAAAAEMQ/g93aMFs1540/s1600/20060826142855.jpg

Selama tahun 80-an dan 90-an, Musik Jepang mengalami peralihan musik dengan lebih banyak masuknya budaya barat sehingga membuat popularitas industri idol ini mulai menurun di mana para artis musik mulai bergeser ke aliran musik Rock dan Visual Kei, dan pada masa ini secara keseluruhan para Wota (Idol-Otaku) mulai meninggalkan fandom mereka masing-masing atau beralih bergabung dengan para Anime-Ota dan Seiyuu-Ota.

Singkatnya, kemudian pada tahun 1997 – mendekati akhir dari periode “Lost Decade” - Dunia industri idol mulai kembali populer, peristiwa ini dimulai dengan terbentuknya grup idola Morning Musume (dan selanjutnya dibentuk Hello!Project). Pada tahun ini, ada sebuah peristiwa penting yang terjadi bagi kebangkitan dunia idol, oleh karena kejadian ini melibatkan dukungan para wota terhadap mereka. Itu adalah tantangan dari Tsunku-P sang produser untuk Morning Musume generasi awal untuk menjual 50.000 kopi demo single "Ai no Tane" hanya dalam waktu 5 hari. Mengingat keadaan ekonomi jepang pada saat itu, usaha ini tentu tidak akan mungkin bisa tercapai pada saat itu tanpa bantuan dari para wota yang telah terpikat oleh usaha mereka yang mau melakukan kegiatan apa saja, dan pada akhirnya mereka berhasil mencapai target ini hanya dalam waktu 4 hari saja, kemudian ini disusul dengan debut single pertama resmi mereka "Morning Coffee" yang dengan cepat berhasil masuk ke peringkat pop chart nomer 6.

if you want to know more, you can read: J-Pop's dream factory (guardian)

Peristiwa inilah yang menyebabkan berkembangnya fenomena wotagei dan kemudian industri dunia idola dengan sangat sukses kembali dihidupkan hingga saat ini.


Song Of The Day!:

Haruko Momoi - LOVE.EXE



source: Referensi IDOL 101: WOTA

part 2: 

0 comments:

Post a Comment

I need your comment, to prove that this blog is useful. if you not mind please do so. i will be very happy. let's cheers our idol girls! :)

Please, put your name in the Open ID, so that I could greet you back. I do not appreciate Anonymous. :)

join our facebook and twitter too! ^_^