Monday, 21 October 2013



Hanya 10 bulan berlalu sejak dia transfer dari AKB48 ke JKT48, Kini Bahasa Indonesia dia meningkat pesat, dan Haruka bahkan dapat berinteraksi dengan para fans dan berbicara di TV di Indonesia tanpa ada masalah. Kami bertanya tentang metode dia belajar bahasa Indonesia dia dan
kehidupannya di Jakarta.

Pewawancara adalah Beat-san, yang menulis serial "Kata-Kata Indonesia" dalam majalah ini.


Nakagawa Haruka

Lahir di Tokyo pada tanggal 10 Februari tahun 1992, berusia 21 tahun. Pada bulan Desember 2006 lulus audisi ke-3 AKB48, dan debut di teater pada bulan April 2007. Juga aktif sebagai member "Watari Rouka Hashiritai". Selain dia berpartisipasi dalam program TV Jepang yang menampilkan JKT48, dia juga tampil di acara pertunjukkan TV Indonesia seperti "JKT48 Mission" dan yang populer "Dahsyat" dan "Hitam Putih".

Single "Fortune Cookie in Love", dirilis di Indonesia juga pada waktu yang sama sebagaimana kakaknya yang di Jepang pada 21 Agustus, dia menjadi center lagu ini.

"Karena tidak memiliki pilihan lain selain berbicara dalam bahasa tertentu tersebut... ketika seseorang berada dalam situasi ini, mereka bisa melakukannya, atau seperti itulah yang saya pikir"

Beat (huruf, B): Apakah kamu sedikit belajar bahasa Indonesia sebelum pergi ke Indonesia?

Haruka (huruf, H): Saya mengambil pelajaran 3 kali dalam seminggu, masing-masing satu jam. Tapi saya tidak belajar sama sekali sekarang. Aku hanya pergi ke kelas dua kali setelah datang ke sini.

B: Tapi kamu menjadi semakin baik hari demi hari.

H: Terima kasih banyak.

B: Melihat posting kamu di G+ atau Twitter, kamu membuat kesalahan beberapa ejaan juga, tapi apa yang kamu perhatikan ketika menulis?

H: Well, saya melihat kata-katanya ketika saya tidak tahu, tapi aku biasanya menulis tanpa melihat apa-apa. Namun para fans sering memperbaiki kesalahan saya. Saya belajar melalui itu juga.

B: Menghapus huruf vokal, atau menggunakan singkatan seperti yang kebanyakan orang Indonesia lakukan... Kamu tidak melakukan itu kan. Sehingga bagi orang Jepang yang membacanya, mereka dapat dengan mudah untuk copy dan paste di Google Translate.

H: Saya tidak menggunakan itu karena mereka akan bingung.

B: Untuk menjadi begitu pandai menulis tanpa pergi ke sekolah itu menakjubkan. Ketika saya pertama kali pergi ke Indonesia, 20 tahun yang lalu, tidak ada Twitter atau bahkan SMS, dan aku punya sedikit peluang untuk menulis. Disana banyak orang Jepang, meskipun jika mereka dapat berbicara bahasanya, tidak dapat membaca atau menulis tulisan itu ...

H: Saya harus membaca dan mengingat ketika melakukan rekaman untuk lagu-lagu yang baru, jadi saya menjadi lebih baik saat membaca... Saya sering membaca (Bahasa Indonesia).

B: Kamu sudah pandai dalam menulis, tapi kamu lebih baik pada saat berbicara, kan?

H: Nah, hmm, aku bertanya-tanya... ketika saya bersama dengan para member, mereka seperti guru
untuk saya, mereka membenarkan dan memberikan saya banyak saran. Pengucapan yang salah,
atau urutan kalimat yang salah...

B: Oh benarkah. Kamu harus tampil di teater juga, jadi pengucapan dengan benar juga penting saya kira.

H: Jika saya tidak mengucapkan kata-kata dengan baik selama rekaman, saya harus melakukan re-take sampai benar...

B: Ketika kamu mengatakan "ini salah", dapatkah kamu memahami di mana letak kesalahan itu?

H: Aku sudah mulai memahaminya akhir-akhir ini, tapi sebelumnya bahkan jika mereka mengatakan kepada saya "sebenarnya itu seperti -ini-" Saya akan mengatakan "lho, aku kan udah melakukannya seperti -ini- kan?" seringkali (tertawa) Saya merasa seperti "Apa bedanya!?"

B: Ya, itu sama bagiku juga.

H: Huruf "L" atau "Ng" itu sangat sulit. Tapi sekarang saya dapat cukup banyak bisa mengucapkan itu juga.

B: Mereka tidak mengoreksi kamu akhir-akhir ini?

H: Ya, rekaman berjalan lebih lancar dan lebih cepat juga.

B: Apakah kamu menonton acara bahasa Indonesia di TV?

H: Ya, saya menontonnya.

B: Itulah cara kamu menjadi lebih baik, benar? Bahkan ketika kamu berada di TV, kamu memahami ketika orang-orang bercanda dengan kamu.

H: Ya. Ini umumnya tidak masalah. Pada awalnya, bahkan jika aku berada di TV saya akan berada di barisan belakang, melakukan yang terbaik supaya tidak diajak bicara, tapi belakangan ini saya bisa berbicara lebih banyak, jadi saya mulai berbicara atas inisiatif saya sendiri juga.

B: Dan mereka bercanda dengan mengerjai kamu juga.

H: Tepat.

B: Ada banyak "tsukkomi" (orang-orang yang bercanda mengolok-olok orang dengan komentar tajam / cerdas), tetapi orang-orang yang bagus pada "boke" (berakting konyol / naif untuk menjadi lucu) itu sedikit, di antara para komedian dan orang normal juga. Kamu mungkin bisa melakukannya dengan baik melalui persona tsukkomi yang menarik ini, saya kira ...?

H: Ya, saya pikir itu adalah persona yang sangat baik di sini. Saya berpikir bahwa, mungkin, aku lucu. Aku seringkali dikerjain, tetapi jika mereka menyuruhku untuk "mengatakan ini dalam bahasa Indonesia" Aku melakukannya segera, dan semua orang menjadi senang. Di TV dan selama MC juga, ada yang berbicara "Gadis ini lucu", sesuatu yang seperti itu.

B: Untuk dapat membuat orang lain tertawa begitu banyak itu luar biasa. Apakah kamu menggunakan cukup sering mengatakan hanya bahasa Indonesia saja dalam kehidupan sehari-hari kamu sekarang?

H: Ya, saya datang ke sini dengan Akicha (Takajo Aki), tapi dia memiliki keanggotaan ganda dengan AKB, jadi dia tidak sering di sini. Dia di Jakarta satu minggu, dan waktu berikutnya adalah 2 bulan kemudian, sesuatu seperti itu. Jadi biasanya aku hanya bersama-sama dengan para member JKT, dan bahasa indonesia adalah satu-satunya bahasa yang dituturkan.

B: Apakah kamu belajar dengan berbicara?

H: Ya, jika saya tidak menggunakan kata tersebut, aku tidak bisa mempelajari itu, ataupun tahu artinya, maka saya berbicara dengan para member lainnya ketika kita sedang latihan, atau belajar dengan bernyanyi.

B: Kamu sangat baik dalam menggunakan kata-kata dengan cara yang bahkan kamu tidak mempelajarinya di dalam buku.

H: Ketika saya belajar di Jepang, sebagian besar pembelajarannya adalah dengan menggunakan buku, saya hanya akan menggunakan "frase dasar", dan tidak mengerti sama sekali. Setelah datang ke sini aku merasa aku kembali mempelajari semuanya, dengan para member yang mengajariku.

B: Apakah kamu menggunakan buku ketika belajar bahasa Indonesia?

H: saya menggunakannya ketika saya sedang belajar di Jepang, tapi di sini saya tidak memakainya.

B: Kamu sedang belajar bahasa Indonesia di Indonesia, secara langsung dari para member.

H: Itu benar.

B: Apakah kamu memiliki pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari?

H: Latihan, rekaman, pemotretan foto, TV, dll... Aku sibuk setiap hari.

B: Apakah kamu sering bekerja dengan para member lainnya?

H: Pada umumnya, kami selalu bersama-sama saat bekerja.

B: Apa yang kamu lakukan selama waktu istirahat?

H: Kita semua bermain dan melakukan hal-hal konyol bersama, yang lain juga selalu memiliki suasana ini "berada bersama-sama itu adalah yang terbaik!".

B: Saya mengerti, jadi itu membantu bahkan lebih lagi dalam hal belajar bahasa.

H: Saya harus bersama dengan orang lain, jadi saya harus berbicara, ini adalah sebuah lingkungan yang membuat kamu belajar dengan cepat.

B: Apakah kamu sering bertemu dengan orang-orang Jepang lainnya?

H: Ada banyak dari mereka di F (x), tempat di mana teater ini berada. Kadang-kadang mereka memanggil saya, atau datang untuk melihat pertunjukan...

B: Berkat popularitas JKT48 (Catatan Editor: secara lokal), AKB48 kini sangat populer juga di Jakarta, benar?

H: Itu benar, saya sangat senang.

B: orang Jepang di Jakarta menjadi bersemangat tentang hal itu juga, tapi kenapa kamu tidak berpartisipasi dalam pemilu single ke-32?

H: Saya bukan member ganda dengan AKB, dan aku dipindahkan ke sini untuk fokus pada kegiatan saya di grup ini, jadi saya mengundurkan diri dengan alasan bahwa "Saya ingin fokus pada pekerjaan saya di Jakarta."

B: Tetapi jika kamu berpartisipasi dengan Takajo-san popularitas JKT di Jepang bisa meningkat kan?

H: Saya baru saja tiba di sini, dan masih belum berbuat banyak, dan saya tidak pernah aktif di Jepang untuk sementara waktu ini... jadi aku merasa bahwa melakukan keduanya tidak dengan 100% itu tidak akan bagus, dan saya ingin mempersempit itu sehingga hanya satu saja.

B: Apakah member AKB atau teman-teman di Jepang menghubungi kamu melalui Twitter?

H: Kita berbicara melalui telepon kadang-kadang, kadang-kadang mereka bertanya "kapan kamu akan kembali?" Dan semacam itu.

B: Apakah kamu memiliki teman-teman seperti itu di Indonesia?

H: Hmm, kebanyakan hanya dari member, meskipun kadang-kadang mereka memperkenalkan saya kepada teman-teman mereka.

B: Ini akan lebih baik untuk berteman dengan banyak orang lain juga.

H: Saya pikir mungkin sebaiknya saya pergi ke sekolah, tapi saya merasa tidak suka melakukan hal yang seperti itu di sini. Aku tidak suka banyak belajar.

B: menjadi semakin bagus dalam bahasa Indonesia meskipun kamu tidak suka belajar... itu mengesankan.

H: Saya sering diberitahu tentang hal itu, tapi meskipun saya tidak memikirkan bahwa saya akan mempelajari itu dengan cepat, tapi tidak ada pilihan lain selain berbicara dengan bahasa tertentu tersebut... ketika orang berada dalam situasi ini, mereka bisa melakukannya, atau jadi saya pikir.

B: Lingkungan yah, saya mengerti.

"Para member sangat "bebas" dan tak terbatas dan kamu dapat sangat merasakan dengan kuat dukungan dari para fans "

H: Saya tidak bisa mempelajari itu sama sekali ketika saya berada di Jepang. Tapi ketika lingkungannya berubah, mungkin orang bisa belajar lebih mudah? Dan juga karena saya tidak belajar sebelumnya, mungkin itu yang menjadikannya lebih mudah masuk ke dalam kepala saya lebih lancar. Itu sebabnya aku tidak bisa berbahasa Inggris sama sekali.

B: Apakah kamu bisa menuliskan kata, "sedikit"?

H: Ya, saya menulis "sedikit", tapi aku yang aku maksud itu benar-benar "sedikit".

B: tetapi kamu disini menuliskannya "sedikiiiiit" (sangat sedikit).

H: maksudnya cuma sangat sangat sedikit.

B: Apakah kamu menghafal kata-kata? Atau apakah kamu mempelajari itu dengan alami?

H: Saya tidak memiliki "buku kata" atau sesuatu seperti itu. yang aku lakukan cuma mengatakan "Apa artinya itu?" "Apa itu?". begitulah cara aku melakukannya.

B: Saya mengerti, jika kamu bisa melakukan banyak hal itu dengan cepat. kamu sudah bisa mengerti kata-kata yang kamu tidak tahu.

H: Ya. Pada awalnya, bahkan jika saya tidak mengerti saya akan mengatakan hal-hal seperti "Ya, OK..." dan semuanya dimulai di sana. Tapi (saya belajar) dengan teman-teman yang dekat dengan saya, atau para gadis yang selalu bersama-sama saya. Ada beberapa di antara para member juga. Saya berteman sangat baik dengan Stella, dia kadang-kadang tinggal di rumah saya, dan sebaliknya saya menginap disana juga. Ketika saya pergi ke rumahnya, ada orang tuanya juga, jadi saya harus bicara. Jika memikirkan banyak hal tentang itu (menjadi lebih baik dalam berbicara dalam bahasa Indonesia) itu adalah berkat Stella.

B: Berapa lama kamu berpikir kamu akan tinggal di Jakarta?

H: Saya belum benar-benar memutuskannya, tapi saya sedang berpikir untuk memfokuskan kegiatan saya di sini.

B: Jadi kamu belum memikirkan batas waktu atau sesuatu yang seperti itu.

H: Ya, saya belum memikirkan tangggalnya sama sekali.

B: Hampir seperti kamu bermaksud untuk tinggal seumur hidup kamu!

H: (Tertawa) Saya sering diberitahu bahwa."Kamu tampaknya sepertinya akan tinggal selamanya." Yah, aku tidak membenci tempat ini sama sekali, aku menyukainya, karena itu begitu menyenangkan.

B: Apa yang berbeda daripada berada di Jepang?

H: Para member (JKT48) sangat "bebas" dan tak dibatasi, dan kamu dapat sangat merasakan dengan kuat dukungan dari para fans. Kamu merasakan itu juga di teater AKB, tapi aku merasa grup ini telah menjadi semacam kehadiran dari tempat yang jauh.

B: Mereka menjadi sangat terkenal, saya kira?

H: Jadi datang ke sini membuat saya merasakan itu lagi. Melakukan hal-hal tersebut sambil bersenang-senang dan bebas adalah yang terbaik, dan saya pikir itu yang terbaik cocok bagi saya.

B: Saya pikir juga begitu. Apakah ada beberapa tempat menyenangkan di Jakarta?

H: Hmm... Aku pernah ke banyak tempat. Taman Hiburan juga, Dufan di Ancol ...

B: Apakah kamu memiliki waktu luang untuk dirimu sendiri?

H: Hampir tidak ada. Tapi setelah pergi ke pemotretan dengan para member kita pergi ke suatu tempat dalam perjalanan kembali, jadi saya sudah pernah ke berbagai tempat.

B: Bagaimana dengan makanannya?

H: Saya memasak sendiri, atau pergi keluar untuk makan dengan yang lainnya... yang terakhir ini menjadi lebih sering.

B: Tidak ada masalah dengan makanan lokal?

H: Awalnya sih iya, tapi kini tidak ada yang tidak bisa aku makan sekarang.

B: Masalah apa yang kamu miliki?

H: Awalnya saya punya masalah dengan makanan luar negeri... aku sudah terbiasa untuk sekarang, tapi pada awalnya ketika para member mengatakan "Cobalah untuk makan ini" Saya akan suka mengatakan "Tidaak, aku tidak menginginkannya, aku takut.." (Tertawa) Tapi sekarang tubuh saya menjadi cukup banyak menerima itu, dan saya sudah berhenti sakit, jadi saya kira saya OK sekarang.

B: Hobimu? Kecuali pekerjaan.

H: Makan... Saya tidak memiliki hobi tertentu.

"Saya pikir Blok M adalah sebuah distrik yang menakjubkan. Ini akan menjadi tempat yang bagus untuk orang-orang Jepang juga."

H: Jadi saya hanya makan. Makan, nonton TV .. itu hobi saya.

B: Tanpa ada latihan itu akan sulit untuk menjaga berat badan kamu (Tertawa)

H: Ya, itu benar-benar sulit ...

B: Kamu tidak memiliki pembantu?

H: Tidak. Saya memasak sendiri, dan bersih-bersih juga.

B: Pasti merepotkan.

H: Saya juga tinggal sendirian di Jepang, jadi tidak terlalu sih.

B: Apakah kamu membeli bahan-bahan di supermarket dengan makanan Jepang?

H: Saya beli di Papaya atau Grand Lucky, food court di bawah f(x).

B: Kamu tahu lebih daripada saya. Aku selalu ada di rumah atau Blok M.

H: Saya pikir Blok M adalah sebuah distrik yang menakjubkan. Ini akan menjadi tempat yang bagus untuk orang-orang Jepang juga. Disana ada segala macam makanan, dan kamu dapat menyewa DVD juga.

B: Aku dengar kamu sering pergi ke Blok M "Kuukai".

H: Hm? tempat aku membelanjakan uang? ... Sepertinya begitu. Saya sering pergi ke Kuukai, Kaihoumaru, Echigoya. Setelah bekerja, itu seperti "Haruskah aku pergi makan di Blok M, atau membeli di Papaya dan pulang?" Ada banyak tempat untuk minum di daerah itu, yah.. saya cuma makan saja, tapi banyak tempat terbuka sampai larut malam.

B: Apa yang ingin kamu lakukan di Jakarta?

H: Tidak benar-benar di Jakarta, tapi setelah datang ke Indonesia, saya masih belum pernah ke Bali.
Saya sering diberitahu "Kenapa kamu tidak pergi??" Jadi saya mau kesana. Ini akan lebih baik jika
aku bisa pergi untuk konser JKT. Tidak secara khusus seperti yang saya lakukan di Jakarta.

B: Saya kira itu berarti kamu puas sepertinya sekarang.


H: Saya rasa begitu, aku melakukan banyak hal yang sudah saya kira?

B: Kembali ke Jepang?


H: Aku sering untuk pulang sebulan sekali, tapi akhir-akhir ini untuk beberapa alasan aku jarang
melakukannya. (Catatan Pewawancara: ia kembali setelah wawancara ini, untuk konser Tokyo Dome Agustus)

B: Tidak ada banyak pekerjaan untuk JKT48 di Jepang?


H: Tidak juga, kita datang untuk konser, tapi sekarang JKT itu sibuk di sini, dan saya berpartisipasi juga, jadi tidak ada kesempatan untuk kembali. Saya tidak merasa seperti mengambil istirahat untuk pulang. tapi tidak melakukan itu adalah bukan masalah juga. Di musim panas Jepang lebih panas, lebih nyaman di sini... Sebelum saya pikirkan itu saya ingin pulang sebulan sekali, tapi sekarang aku memiliki para member beserta dengan saya, dan saya tidak suka terbang. Penerbangan berlangsung 8 jam, jadi waktu mereka memberitahu saya "kamu dapat pulang selama 2 hari!" Tapi aku biasanya menjawab "Hmm ... (Jika cuma) selama 2 hari, (Lalu kurasa) itu OK bagi saya untuk tidak pergi!" Dan kemungkinan untuk pulang menjadi berkurang. Keluarga saya mengatakan bahwa mereka sangat merindukan saya.

B: Apakah keluarga kamu kadang-kadang datang ke Indonesia?


H: Saya sedang berpikir untuk memanggil mereka, tetapi tidak ada banyak peluang. Aku benar-benar berpikir aku ingin mereka datang. Ada banyak hal yang tidak bisa kamu pahami jika kamu tidak melihat itu langsung, seperti bagaimana saya hidup, dll

B: Apakah kamu pernah membaca "Nankyoku sei" sebelumnya?


H: Ya, (melihat ke halaman) ini majalah yang sangat bagus. Menyenangkan untuk membacanya, benar-benar hebat. Oh, Bali! Saya ingin pergi ke Bali


source: Haruka Nakagawa in Nankyoku Sei Translation (jkt48stuff)
original interview: Nankyoku Sei Magazine - 南極星 9月号(vol.33)

0 comments:

Post a Comment

I need your comment, to prove that this blog is useful. if you not mind please do so. i will be very happy. let's cheers our idol girls! :)

Please, put your name in the Open ID, so that I could greet you back. I do not appreciate Anonymous. :)

join our facebook and twitter too! ^_^